Perbandingan Server Debian vs. Server Ubuntu

Debian Server Vs Ubuntu Server Comparison

Saat menyiapkan server baru, perhatian utama yang mungkin dimiliki pengguna adalah OS mana yang akan digunakan. Banyak pilihan muncul dalam pikiran ketika datang ke sistem operasi yang akan digunakan, jadi memilih hanya satu OS bisa menjadi pilihan yang sulit. Pengguna perlu membandingkan jenis server yang berbeda untuk memilih salah satu yang sesuai dengan kebutuhannya. Pada artikel ini, kita akan membandingkan dan membedakan server Debian dan Ubuntu.

Debian dan Ubuntu server dianggap sangat mirip dalam banyak hal. Mari kita gali lebih dalam perbandingan kedua server:



Meningkatkan Server

Perbedaan mendasar antara kedua jenis server adalah metode penanganan kedua rilis tersebut. Debian menjadi sangat mirip dengan Ubuntu, tetapi keduanya tidak sepenuhnya sama. Sebaliknya, setiap jenis server memiliki perbedaan yang berbeda. Debian tidak akan menawarkan pembaruan konvensional yang dilakukan Ubuntu; alih-alih, Debian menawarkan streaming langsung dari rilis tersebut. Contohnya adalah manajer paket apt-get, yang memungkinkan pengguna untuk menginstal pembaruan dan perangkat lunak. Pengguna dapat memutakhirkan sistem mereka ke rilis stabil yang akan datang tanpa reboot apa pun.



Ubuntu mendukung versi LTS (Long Term Support), versi distribusi yang dibangun dan didukung selama kurang lebih lima tahun. Di sisi lain, Debian menawarkan total tiga tahun dukungan dengan build masing-masing. Saat ini, Debian semakin mirip dengan Ubuntu, dan memiliki tim pendukung sukarela untuk membantunya mengejar ketinggalan.



Keamanan Pengaturan

Ubuntu adalah sistem yang lebih aman daripada Debian. Debian dianggap sebagai sistem yang jauh lebih stabil dan lebih mudah dikelola daripada Ubuntu. Dalam diskusi di beberapa platform, Debian memiliki reputasi lebih stabil. Mungkin juga ada beberapa kerentanan di server Ubuntu yang tidak akan ada di server Debian. Namun, secara keseluruhan, Ubuntu dan Debian keduanya banyak digunakan di seluruh dunia.

Dukungan Server

Kedua server juga berbeda dalam hal layanan yang ditawarkan oleh masing-masing. Tim dukungan Ubuntu dapat disewa, yang dapat membantu Anda dengan instalasi, pembaruan, dan pemecahan masalah sistem. Debian tidak memiliki tim pendukung seperti itu; sebaliknya, Debian mengandalkan tim sukarelawan. Seiring waktu, Debian telah memperoleh status sebagai server yang lebih ramah pengguna. Kedua sistem memiliki proses instalasi yang terperinci, jadi memilih salah satu dari mereka sesuai dengan kriteria ini adalah keputusan yang mudah.

Dukungan untuk Perangkat Keras dan Perangkat Lunak

Kedua sistem server didasarkan pada Debian, sehingga perangkat lunak dan perangkat keras kedua sistem hampir sama. Sebagian besar paket Ubuntu dapat berjalan dengan mudah tanpa konfigurasi perangkat lunak eksternal. Sementara itu, server Debian mencari konfigurasi yang sudah ada sebelumnya saat melakukan pembaruan sistem, kemudian mereka akan memberi tahu administrator sistem. Kemampuan ini memudahkan pengguna dan akan menghentikan kesalahan pembaruan perangkat lunak yang akan datang.



Biaya

Kedua server datang secara gratis, jadi faktor harga bukanlah faktor penentu server mana yang akan dipilih. Karena kedua server gratis, pengguna dapat memilih sistem operasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Anda juga dapat beralih di antara kedua sistem kapan pun Anda mau, tetapi pastikan semua prasyarat terpenuhi sebelum beralih.

Kesimpulan

Server Debian dan Ubuntu sama-sama berguna untuk tujuan yang berbeda. Artikel ini membandingkan dan membedakan kedua server secara detail berdasarkan berbagai parameter dan karakteristik.